Ramadan Bulan Ibadah

detail berita
SELAIN memerintahkan shaum (puasa), dalam menyambut bulan Ramadan Rasulullah selalu menyampaikan beberapa nasihat dan pesan. Di antaranya Nabi bersabda, ”Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini, nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Rabb-mu, dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya. Sebulan suntuk Ramadan adalah bulan ibadah. Hari-harinya adalah hari-hari ibadah. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama untuk beribadah. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang bernuansa ibadah. Tidur orang berpuasa pun adalah ibadah.”

Islam bertujuan untuk mentransformasikan keseluruhan hidup manusia ke dalam hidup beribadah (penyembahan). Hal ini merupakan konsekuensi logis karena manusia lahir sebagai hamba, maka dengan sendirinya wajib menyembah kepada Penciptanya.

Tidak hanya untuk waktu tertentu penyembahan dilakukan, melainkan seorang hamba harus menyerahkan diri kepada- Nya secara total, baik pikiran maupun tindakan dalam perjalanan selama hidupnya.

Manusia harus mempunyai kesadaran yang tinggi untuk senantiasa berbuat hal-hal yang menyenangkan Tuhan dan menghindari hal-hal yang tidak menyenangkan-Nya. Sebagai seorang hamba, dia harus senantiasa berjalan pada Jalan Allah dan menghindari jalan yang dapat menjerumuskan kepada bara api neraka.

Hanya dengan menyerahkan diri secara total seorang hamba dapat dikatakan telah menyembah Tuhannya sesuai dengan maksud Firman Allah dalam QS Al-Dzaariyaat: 51, ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”

Tujuan yang riil dari ritus (ibadah) untuk menyembah Allah seperti salat, zakat, puasa, dan haji adalah untuk menolong manusia agar dapat mencapai derajat penyembahan secara total kepada-Nya.

Tidak pernah terbayangkan jika manusia dapat membebaskan diri dari utangnya kepada Allah, selain dia harus melakukan ibadah: rukuk dan sujud lima kali dalam sehari,lapar dan dahaga dari mulai terbit fajar sampai tenggelam matahari selama 30 hari di bulan Ramadan, dan bagi mereka yang berkemampuan pergi haji sekali seumur hidupnya.

Mengerjakan semuanya itu pun tidak dapat membebaskannya dari keterikatan kepada-Nya, juga tidak bisa membebaskannya sekalipun dia melakukan semua apa saja yang ingin dan dapat dipersembahkan kepada Tuhan.

Lebih dari itu, satu hal yang dapat digarisbawahi adalah maksud perintah dari semua ritual itu semata-mata untuk mengembangkan diri manusia agar dapat mentransformasikan seluruh kehidupannya hanya untuk ibadah (menyembah) kepada Allah.

Puasa memang didesain oleh Allah untuk menyiapkan manusia agar mampu memasuki kehidupan ibadah yang kekal kepada Allah SWT. Semua perbuatan ibadah merupakan gerakan fisik yang tampak dari luar, kecuali puasa.

Di dalam salat, misalnya, kita berdiri, duduk, rukuk, lalu sujud semuanya dapat dilihat oleh tiap orang, tidak ada yang perlu disembunyikan. Demikian juga ibadah haji, dilakukan dalam perjalanan yang panjang beserta jutaan orang.

Zakat juga diketahui sekurang-kurangnya oleh dua orang, yakni pemberi (muzakki) dan penerima (mustahik). Dari semua gerakan ibadah tersebut tidak satu pun yang dapat dan perlu disembunyikan.

Jika kita melaksanakan semua ibadah itu, orang lain bagaimana pun akan mengetahuinya. Tetapi puasa adalah ibadah yang seluruhnya bersifat pribadi. Hanya Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui, yang mengetahui bahwa ada hambanya yang berpuasa.okezone.com
 
AMIDHAN
Ketua MUI Pusat

Posted by damm11 on 13.36. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

0 komentar for Ramadan Bulan Ibadah

Leave comment

FLICKR PHOTO STREAM

blog-indonesia.com

2010 Ada-Sih. All Rights Reserved. - Designed by Damm11